Senin, 05 Maret 2012

Lorojonggrang dan Bandung Bondowoso

Al Faqih Warsono

Versi Bahasa Indonesia :


Once upon a time, there was a prince named Bondowoso. He was famous for his powerful weapon, called Bandung. Therefore, Bondowoso was called Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso fell in love with a beautiful princess, Lorojonggrang. He wanted to marry her but she was not interested in him.
Lorojonggrang gave some requirements to make things difficult for Bandung Bondowoso to marry her. She asked him to build her one thousand temples within one night. Bandung Bondowoso had to finish them before sunrise.
With the help of genies and spirits, Bandung Bondowoso almost built one thousand temples. It was amazing how fast Bandung Bondowoso and his allies built the temples. At four o’clock in the morning, Bandung Bondowoso had only five more temples to build. Lorojonggrang got panic because she knew he would complete the task.
Suddenly, Lorojonggrang had an idea. She called all the women in the kingdom and asked them to pound rice. She also asked the men to burn a lot of wood at the east side of the kingdom. Hearing the sound of the pounding and seeing a bright sky, the genies and spirits were afraid. They ran away with only one more temple to complete. They thought the morning had come.
Bandung Bondowoso was extremely angry when he found out what Lorojonggrang had done to him. He cursed Lorojonggrang and turned her into a statue.



English Version:

Pada suatu ketika, ada seorang pangeran bernama Bondowoso. Dia terkenal karena senjatanya yang ampuh, yang disebut Bandung. Oleh karena itu, Bondowoso disebut Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso jatuh cinta kepada seorang putri cantik, Lorojonggrang. Bondowoso ingin menikahinya tapi dia tidak tertarik padanya.

Lorojonggrang memberikan beberapa persyaratan untuk membuat hal yang sulit bagi Bandung Bondowoso untuk  menikahinya. Dia memintanya untuk membangunkannya seribu candi dalam waktu satu malam. Bandung Bondowoso harus menyelesaikan pekerjaan itu sebelum matahari terbit.

Dengan bantuan jin dan roh, Bandung Bondowoso hampir selesai membangun seribu candi. Sungguh menakjubkan seberapa cepat Bandung Bondowoso dan sekutu-sekutunya membangun candi. Pada pukul empat pagi, Bandung Bondowoso hanya memiliki lima candi lagi  untuk dibangun. Lorojonggrang menjadi panik karena dia tahu
Bondowoso akan mampu menyelesaikan tugasnya.

Tiba-tiba, Lorojonggrang punya ide. Ia memanggil semua wanita di kerajaan itu dan meminta mereka untuk menumbuk padi. Dia juga meminta pria untuk membakar banyak kayu di sisi timur kerajaan. Mendengar suara deburan dan melihat langit yang cerah, jin dan roh takut. Mereka melarikan diri dengan hanya satu candi lagi yang tersisa untuk diselesaikannya. Mereka mengira pagi telah datang.
Bandung Bondowoso sangat marah ketika mengetahui apa yang Lorojonggrang telah lakukan kepadanya. Dia mengutuk Lorojonggrang dan mengubahnya menjadi patung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar